Tuesday, November 13, 2012

Tummy Little Problem



Udah (kurang lebih) 3 bulan gue ada ngekos di sini. Sejauh ini, ada satu masalah yang bisa dibilang kecil, tapi sangat mengganggu apalagi dengan kebiasaan begadang gue yang amat brutal entah kenapa di daerah ini.

Dan masalah itu bernama... lapar.

Oke, sebetulnya  gue ada solusi untuk masalah ini: Mie cup. Tinggal tuang air panas dan... beres. Tapi makin lama gue bosen dan juga gak sehat (walaupun bukan masalah karena usus buntu gue udah diambil... eh, atau malah lebih masalah?).

Solusi kedua: Masak mie. Tapi masa mie lagi dan lagi? God...

Dan setelah tadi berbincang dengan temen gue, gue menemukan sebuah solusi baru: Masak nasi goreng. Iya, masak. Bukan, ini bukan nasi goreng yang di model abang-abang dimana semua bumbunya diracik sendiri, tapi nasi goreng bermodal bumbu nasi goreng.

Masak nasi goreng.

Setelah gue pikir-pikir, mungkin ini sebuah solusi yang tepat untuk (perut) gue.

Nasi? Beras ada, rice cooker ada, tinggal dimasak. *jangan lupa dicuci dulu berasnya*

Bumbu nasi goreng? Tinggal beli.

Mau pake sosis? Tinggal ambil punya orang beli.

Mau pake telor? Beli.

Mau pake kornet? Beli.

Perlengkapan makan? Piring, sendok, garpu? Udah punya.

Dan semua hal sepele terganggu hanya karena satu hal yang gak bisa dibilang sepele.

Bukan, bukan rasa malas. Itu sih beda lagi. Tapi...

Gue. Belom. Pernah. Masak.

Oke, (untungnya) gak bisa dibilang belum pernah juga sih karena udah pernah masak nugget, chicken wings, dan makanan siap saji lainnya.

Tapi untuk masakan seperti nasi goreng yang biasanya cuma tinggal beli akan menjadi suatu hal besar buat gue. Mungkin percobaan pertama gue akan menghasilkan suatu nasi goreng gagal yang menyengat indera pengecap gue sampai-sampai gue trauma dan gak mau makan nasi goreng lagi. Mungkin.

Tapi... yah, kita coba lihat saja nanti. Kalau di blog ini ada postingan baru, berarti seenggaknya lo tau gue selamat dari makanan gue sendiri.

Kalau enggak... ya... seenggaknya lo tau lah apa yang terjadi.


Sunday, October 14, 2012

There's Nothing Special About This Post


I'm bored and don't know what to write.

Emphasizes on "bored".


and "don't know what to write" too...

If you think that this post doesn't make sense...

believe me, me too.

By the way, isn't in a little bit oxymoron if named my blog "Empty White Paper" but I use black background instead of white?

Whatever.

Tuesday, September 11, 2012

Selamat Datang Untuk Kamu

Selamat datang di tempat yang hanya beberapa- ah, hanya satu orang perempuan yang bisa menempatinya—setidaknya itu menurutku... dan sepertinya menurut mereka juga.

Di tempat yang telah lama mereka sediakan.

Apakah tempatnya nyaman?

Semoga begitu, karena aku senang kamu bisa menempatinya.

Semoga begitu, karena aku merasa nyaman dengan keberadaanmu di tempat itu.

Dan sepertinya mereka sendiri tidak ada masalah dengan keberadaanmu di tempat itu.

Terima kasih, untuk bisa menempati tempat yang telah mereka sediakan.











p.s. percayalah bahwa kalimat "kamu mirip dengan mama" adalah pujian tertinggi yang bisa kuberikan untuk perempuan yang sebelumnya entah berada di mana, karena tidak ada rasa sayang dan nyaman yang bisa melebihi milik mamaku, dan... ya, kamu bisa memberikan rasa yang sama (walau tidak bisa menggantikan apa yang mama telah berikan, pastinya ^^)
Published with Blogger-droid v2.0.6

Saturday, September 8, 2012

Δ Hidden Forbidden (un)Holy Ground


A little place inside.

No one can touch it, no one should touch it.

Tried to erase it from the first realization.

Failed.

Failed.

Failed.

It’s still there.

It wasn’t there.

It wasn’t exist.

It is never exist.

For those who believe, for those who doesn’t care.

If it never exist, why does it hurt (sometimes)?

More effort?

Should we give up and face the fact?

Memories just memories.

It wasn’t “just” if it’s affecting you... or the people around you.

Especially the one you loved.

Hidden Forbidden (un)Holy Ground.

Dwelling inside us.

Just there, doing nothing, but with something here and there.

Just go away...

Go away...

Go...

Hopes Held Low


Aku tidak pernah berharap kepadamu.

Entah berapa lama sejak aku berhenti berharap.

Aku tidak pernah berharap aku akan mengenal seseorang yang kecantikannya tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata.

Aku tidak pernah berharap aku akan mengenal seseorang yang kebaikannya dapat membuatku merasa nyaman tanpa dapat berkata-kata.

Aku tidak pernah berharap akan mengenal seseorang yang...






Untuk kamu yang membuatku berhenti berharap.

Untuk kamu yang memberi jawaban tanpa aku perlu berharap.

Untuk kamu yang membuatku menjawab semua pertanyaanmu dengan senyuman.


Monday, June 25, 2012

Another Visit


Oh, hi, Boredom. So, we meet again.

I’m bored with you, why aren’t you bored with me?

Wait, that’s gonna be funny, “Boredom is bored” hahaha...

So... yeah, I’m bored here.

I really want something but I can’t have it. Not now.

And now I’m here, trapped with you, with no idea what to do to make you leave.

Dammit.

Hope you didn’t bring Death with you.

Why? Because I heard that many people died from boredom.

Don’t know if it’s true though. I hope it’s not.

Could you... entertain me or something?

Wait, of course you won’t, I’m the one who entertain you right now.

Like a king with his jester.

Like a nobleman with his slave.

Like a president with his song people.




So... yeah, I’m bored here.