Showing posts with label Not so important. Show all posts
Showing posts with label Not so important. Show all posts

Wednesday, October 16, 2013

Holiday's End



Ah, holiday.
A day(s) where it’s possible to stay up until six in the morning without going to sleep.
A day(s) where it’s possible to sleep for 12 hours.
A day(s) where it’s socially accepted to just stay on your bed (in your room, to be exact) for the rest of the day.

Who doesn’t love holiday?
Well, just like any other... stuff. It must end.
Four days of holiday, eh? Is it enough?
Nah, of course it’s not. It’s never enough. Nothing is never enough.

I won’t complain though. It’s life anyway.
We enter a phase, get out of phase, happy at some phase, suicidal at some phase. You know, the usual stuff.
...what? You think I’m complaining?
No, honey, no. I’m not complaining, I’m just... well... stating my opinion, that’s all. You know, the usual stuff.

So, erhm, yeah. Holiday ended, still got some assignment(s) to do.
Bye.

Tuesday, July 30, 2013

Harits' Ramadhan Routine (So Far)



(1) Bangun (atau terkadang dibangunkan) untuk memaksa tubuh bergerak menuju meja makan, untuk mengambil peralatan makan serta makanan, lalu mengonsumsinya. Berbicara mengenai hal-hal random dengan orang tua, dengan respon seadanya akibat nyawa yang masih belum terkumpul penuh sejak bangun tadi, sambil tetap mengonsumsi makanan.

(2) Selesai makan, kembali ke kamar, menyalakan televisi, melihat “acara sahur” di salah stasiun televisi yang perusahaannya dapat membangun hotel dan mal, tetapi tidak dapat menghasilkan acara yang menghibur. But, hey, just my opinion though.

(3) Imsak, setelah lelah menggonta-ganti  channel  televisi, duduk di depan laptop untuk bermain game atau mengarungi lautan internet atau bermain game di konsol kesayangan. Hingga kira-kira jam 12 siang. I’m not kidding.

(4) Lewat jam 12 siang? Tertidur tanpa sadar (yang berarti disadari? Hmmm...) akibat setelah sahur tidak tidur. Untuk membuka mata lagi kira-kira jam empat sore atau terkadang jam lima.

(5) Mandi, kembali mengakses internet atau bermain game di laptop atau konsol. Hingga kalimat “Menantikan Adzan Magrib” muncul di televisi.

(6) Perhatian tertuju pada televisi, hingga akhirnya adzan Magrib berkumandang (di televisi).

(7) Minum segelas teh hangat, makan di meja makan dengan kemungkinan sebagai berikut: kedua orang tua dan adik, salah satu orang tua dengan adik, hanya dengan adik, atau dalam kesempatan yang langka: sendirian.

(8) Kembali ke kamar, kembali ke depan laptop atau televisi.

(9) Tidur sekitar jam 10 atau 11 malam.

(10) Kembali ke nomor (1)

Thursday, July 4, 2013

Can't Sleep



So... I’m having the most pathetic thing in my life (so far).

I can’t sleep. Not going to call it “insomnia” or such, I just can’t sleep.

To made it sounds more pathetic, I tried to sleep.

Tried. To. Sleep.

I mean, what kind of idiot who need an effort to rest?

Well, that’s me.

It’s funny how a comfortable bed made you forgot how to sleep.
It’s funny how a non-smelly blanket made you forgot how to sleep.
It’s funny how the sounds of an air conditioner made you forgot how to sleep.
It’s funny how a clean bathroom (inside your bedroom) made you forgot how to sleep.
It’s funny how 2 AM felt like 5 AM.

It’s funny. Yet, that’s what I feel.

Did I already mention that I can’t sleep?

Oh, well...

Saturday, June 8, 2013

Let us drink tonight for...

The missing cat.

The tasteless fair.

The hormones.

The sudden smile.

The so-close-yet-so-far stray kitten.

The assignments.

And the last but not least:

The headache.

Cheers.

Tuesday, June 4, 2013

"Harits Harits, Besok Gede Mau Jadi Apa?"



SD kelas satu. Waktu itu (dan sampai sekarang) hobi gue adalah menggambar. Kalau ditanya cita-citanya apa, gue waktu itu menjawab mantap “Arsitek!”. Beberapa saat pernah juga menjawab dengan lantang “Mekanik!” karena doyan ngotak-ngatik Tamiya (hahaha I know, right?) dan berbagai macam mainan (bahkan benda) eletronik lainnya.

Berbeda lagi saat kelas lima SD. Pada pelajaran bahasa Indonesia, pernah diberikan tugas untuk membuat komik. Komik yang waktu gue beri judul “Kejahatan” dan berkisah tentang perampokan suatu bank yang akhirnya digagalkan polisi mendapatkan nilai A- (hanya karena belum diwarnai), membuat gue tertarik untuk menjadi seorang komikus atau animator.

Saat masuk SMP, cita-cita gue gak terlalu berubah, hanya saja lebih terfokus dan yakin, yaitu menjadi seorang Character Designer. Kingdom Hearts II. Roxas, seorang karakter ciptaan Tetsuya Nomura inilah yang membuat gue tertarik untuk memilih pekerjaan tersebut. Hal tersebut memotivasi gue untuk terus menggambar, menggambar, menggambar, dan terus menggambar.

Kemudian... ah, masa SMA. Masa dimana gue menanggalkan cita-cita gue untuk menjadi seorang arsitek dan mekanik karea berhadapan dengan kacrutnya sistem pendidikan. Apa lagi kalau bukan permasalahan pemilihan jurusan (IPA, IPS, atau Bahasa). Masa dimana gue sejenak melupakan cita-cita gue, tetapi tetap melanjutkan hobi yang sudah gue cintai sejak SD. Masa dimana gue menyentuh permukaan “dunia nyata” dan fakta bahwa betapa kacrutnya “dunia nyata” tersebut.

Lulus SMA dan—menyesuaikan dengan dunia perkuliahan—gue menambah satu cita-cita lagi: jurnalis. Awalnya gue ingin menjadi seorang jurnalis karena tertarik untuk mengantarkan suatu kebenaran pada orang banyak. Selain itu gue juga suka menulis (blog ini contohnya). Tapi, di pertengahan semester, gue menetapkan (setidaknya untuk saat ini) cita-cita gue: menjadi seorang jurnalis video game.

Kenapa jurnalis video game? Sederhana saja, gue ingin mengerjakan sesuatu yang berhubungan dengan yang gue suka. Dan video game adalah salah satu dari sekian banyak hal yang gue suka. Seenggaknya, kalau pekerjaannya berat nanti, gue tetap semangat karena melakukan hal yang gue suka. Dan dibayar. Begitulah.

Gue sangat anti untuk kerja di dalam sebuah cubicle, menuruti perintah satu arah dari atasan, dan berbagai hal yang berhubungan dengan kerja kantoran. Gue ingin mengerjakan suatu hal yang berbeda, mengerjakan apa yang gue suka, dibayar untuk mengerjakan apa yang gue suka.

Untuk sekarang, segini aja dulu.

Friday, March 15, 2013

You Could Stream It For Fuck's Sake



Terkadang kita terlalu fokus memikirkan hal lain hingga lupa melihat apa yang jelas ada di depan mata kita.

Laptop ini contohnya. Udah jelas-jelas bisa internetan (walaupun tidak sempurna, hey, nothing’s perfect), selalu gue gunakan untuk download  JAV serial Tv, game, dan lain-lain.

Gue lupa fungsi yang sebetulnya udah ada dari beberapa tahun yang lalu:

Streaming

Entah apa yang ada di kepala gue sampai menghalangi gue mengingat fungsi yang satu ini, padahal dari awal gue tinggal di daerah ini, gue mendambakan suara Tv atau setidaknya radio.

DAN GUE BARU INGAT FUNGSI INI BEBERAPA MENIT YANG LALU

WHAT THE HELL!?

*erhm*

Yah, jadi, intinya sih, sekarang gue punya “Tv/radio tidak sempurna” di kamar kosan gue ini.

But, hey, something’s better than nothing, right?

So... here’s the list of what I’ll be streaming for the next many days:


MyTrans is not the best selection, but, hey, like I said before: “Something’s better than nothing, right?”

TRAXFM's still my favorite radio station.

KOMPAS TV, people! Which mean that now I could watch it! Yeah!

Jadi, ada rekomendasi website lainnya?