Saturday, May 11, 2013

One of The Question I'll Probably Ask God Sometimes Later



Kita terlahir tanpa keinginan untuk terlahir. Kita terlahir tanpa tahu apa tujuan kita terlahir.


Dua hal tersebut hanyalah contoh kecil tentang keindahan—sekaligus kutukan—dari kehidupan.



Jadi, untuk apa kita terlahir? Mengikuti sedemikian banyak aturan yang sudah direvisi beratus-ratus kali, tenggelam dalam adat yang sudah tercampur-aduk oleh jutaan adat lainnya, hingga mengikuti etika hasil pengalaman berjuta-juta tahun, untuk apa?


Bukannya tidak mensyukuri kondisi gue yang sampai saat ini (masih) hidup, tapi seiring dengan berjalannya waktu, otak yang makin terproses, dan dunia yang terus berubah, gue merasa sah-sah saja mempertanyakan hal ini:



“Apa tujuan kita hidup?” 



Untuk apa kita mengikuti sedemikian tahap dalam hidup untuk diakhiri dengan kematian?


Untuk apa kita memasang suatu target dalam hidup untuk diakhiri dengan kematian?


Untuk apa membuat banyak pilihan dengan berbagai konsekuensi untuk diakhiri dengan kematian?

Jadi, apa?

2 comments:

  1. Kita hanyalah "mainan" Tuhan, yang bisa kita lakukan adalah menghibur-Nya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Just like us while playing The Sims, eh?

      Delete